JAKARTA| Ketua Tim 10 Mogok Kerja (Moker) sekaligus Kordinator Pekerja Moker PT Freeport Indonesia (PTFI), Privatisasi, dan Kontraktor, James Billy Roberth Laly, ST., melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Direktur dan Jajaran Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Kamis (20/8/2026).
Surat terbuka tersebut memuat ungkapan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas keputusan manajemen PTFI yang telah membuka ruang penyelesaian terkait permasalahan mogok kerja yang berlangsung sejak 2017 hingga 2026.
“Setelah melalui proses panjang yang penuh ketidakpastian, keputusan manajemen PT Freeport Indonesia untuk membuka pintu penyelesaian Moker hadir ibarat embun pagi yang menyejukkan hati ribuan keluarga pekerja,” ungkap James Billy Roberth Laly dalam surat terbukanya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Menurut James, keputusan yang diambil manajemen PTFI bukan sekadar kebijakan korporasi semata, melainkan bentuk kepedulian dan kebesaran jiwa yang menyentuh bagian terdalam dari kehidupan para pekerja. Ia menyadari bahwa dinamika dan kekhilafan di masa lalu merupakan bagian dari proses pendewasaan dalam hubungan industrial kedua belah pihak.
Keberanian, kebijaksanaan, serta keterbukaan manajemen PTFI dalam membuka jalan musyawarah dinilai menjadi bukti nyata komitmen perusahaan untuk merawat hubungan ketenagakerjaan yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Langkah strategis ini mempertegas kembali posisi pekerja dan manajemen sebagai mitra sejajar yang saling melengkapi demi menjaga stabilitas operasional serta iklim kerja yang kondusif,” tambahnya.
Melalui surat terbuka ini, pihak pekerja berharap langkah damai tersebut dapat memperkuat sinergi untuk melangkah searah. Hal ini diharapkan mampu mengantarkan PTFI menjadi semakin jaya dan berdaya, serta terus memberikan dedikasi terbaik bagi kemakmuran Tanah Papua. (Ray)
Buka Ruang Penyelesaian Mogok Kerja 2017-2026, Tim 10 Moker Layangkan Surat Terbuka untuk Manajemen Freeport









