NEWS  

IPKANO Gelar Perayaan Natal Bersama Menumbuhkan Cinta Kasih

TARIAN :  Para penari saat menampilkan tarian adat asli Maluku di gedung Graha Efata pada Sabtu (14/12).

TIMIKA|Ikatan Persekutuan Kerukunan Anak Nusahulawano (IPKANO) Kabupaten Mimika gelar perayan ibadah Natal bersama  guna menumbuhkan rasa cinta kasih antar seluruh masyarakat yang ada di Timika di gedung Graha Efata pada Sabtu (14/12)lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut masyarakat dari Nusa laut mulai dari Kampung Leinitu, Sila, Nalahia, Ameth, Akoon, Abubu, Titawaai.

Bertamakan “Marilah Sekarang Pergi Ke Betlehem” dengan sub tema “Perayaan Natal IPKANO Tahun 2024 Menumbuhkan Cinta Kasih Menggerakkan Persaudaraan Untuk Membangun Komitmen Bersama Anak Cucu Nusahulawano di Tanah Amungsa Bumi Kamoro.

Yappy Soumokil, Ketua IPKANO Kabupaten Mimika    mengatakan, dalam perayaan natal bersama ini agar mempererat tali persaudaraan antara seluruh keluarga besar IPKANO ditanah rantau terutama di Kabupaten Mimika.

“Mari menjadikan semangat Natal sebagai inspirasi hidup, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas. Sebagai jemaat yang berada di tengah keberagaman suku ras dan agama,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan tari-tarian adat Maluku atau toki gaba-gaba juga difungsikan sebagai tarian pergaulan para muda-mudi dalam menjalin persahabatan selain itu mengebang perjuangan pahlawan Perempuan Martha Christina Tiahahu.

Terlihat antusias dari para tamu yang datang terpancar dimana sebagai besar menetaskan air mata kebahagiaan saat mengikuti kegiatan ibadah bersama. Karena meskipun jauh dari ratau tapi kota masih bisa menyaksikan tarian adat Maluku.

Dia berharap, IPKANO bisa menjadi paguyuban yang bukan hanya menyatukan hubungan antar sesama masyarakat, pemerintah dan juga antar suku agama yang ada di Kabupaten Mimika.

Dirinya berharap dengan adanya IPKANO memberikan warna terbaik dalam bertoleransi, serta membangun mitra bersama pemda Mimika, masyarakat Mimika tanpa memandang suku, budaya yang ada di Kabupaten Mimika, karena kita semua satu hati dalam bermasyarakat,”tutup. (Red)

You cannot copy content of this page