NEWS  

Mantan Pj Bupati Markus O. Mansnembra Berhasil Menata Birokrasi Pemda Sarmi. “Johan Rumkorem” MOM Layak Pimpin Pemda Biak Numfor.

Johan rumkorem LSM Kampak Papua

TIMIKA| Sistem birokrasi pemerintahan di Biak numfor perlu ditata kembali sistemnya karena tidak menyentuh masyarakat, malah terpuruk, ungkap johan rumkorem selaku Politisi dan juga sebagai pemerhati kejahatan korupsi di tanah papua kepada media ini.

Kata johan, memang benar, apa yang  kami lihat di Kabupaten Sarmi disikapi juga oleh 5 suku besar di sana, mereka apresiasi kinerja mantan pj bupati sarmi yang telah membawa banyak  perubahan dan perkembangan untuk daerahnya.

Seperti, terobosan pada penataan sistem birokrasi serta kebijakan-kebijakan yang benar-benar menyentuh masyarakat menengah ke bawah, sampai ke akar rumput. Serta kerukunan antar umat beragama yang semakin terbangun dan solid.

Katanya lagi, bukan saja dari 5 suku, tapi keberhasilan mantan Pj Bupati Sarmi juga mendapat apresiasi tinggi dari mantan Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun yang mengapresiasi kinerja Penjabat Bupati Sarmi Markus O Mansenmbra yang berhasil menangani program strategis nasional dan daerah, diantaranya stunting, inflasi serta kemiskinan ekstrim.

Johan menambahkan, dari pantauan pihaknya dilapangan sejak tahun 2023, Mantan Pj bupati menunjukan tren positifnya tentang pengendalian inflasi, ia juga telah mampu menekan angka kemiskinan ekstrem terendah di Papua dengan angka 0,27 persen,” ungkap johan.

“Sementara untuk mengendalikan angka inflasi, Pemerintah Sarmi telah melakukan berbagai kegiatan, seperti subsidi guna menekan angka inflasi daerah, seperti contoh mengadakan pasar murah, karena dengan pasar murah dapat membantu ikut mengendalikan angka inflasi,” terangnya.

Pemerintahannya juga menyiapkan dana tak terduga pada APBD. Selain untuk kebencanaan atau tanggap darurat, anggaran tak terduga juga untuk mengendalikan pengendalian inflasi.

Kebijakannya juga menguntungkan masyarakat di sana, Ada harga beras normal 10.000, contohnya, beras naik 11.000, tapi pemda mensubsidi harganya supaya masyarakat tidak terganggu dengan kenaikan harga, hal ini muda untuk pemda mengendalikannya, tutur johan.

“Untuk itu, saya kira persoalan-persoalan daerah seperti ini membutuhkan pemimpin yang paham persoalan, pemimpin yang benar-benar mengerti soal perencanaan daerah dan pengelolaan keuangan daerah, itu yang di butuhkan oleh masyarakat, supaya  perputaran uang di daerah efektif dan meningkat kalau perputaran uang di daerah ini efektif, pasti jualan di pasar laku di jual, kita sendiri lihat kan? perputaran uang di daerah kita ini tidak efektif, sangat tidak efektif, lagian PAD kita turun drastis, menurut data yang kami peroleh 9 – 10 milyard”.

Ini sudah tidak normal, pemda biak bertahan pada APBN dan Otsus, itupun otsus normal setelah pon, tapi untuk pendapat lainya tidak normal, makanya honor aparat, dan honor-honor lainya tidak dibayar karena itu tadi, PAD kita kecil, jadi saya kira persoalan-persoalan seperti ini,  Mantan Pj Bupati sarmi MOM yang layak pimpin Biak dan bisa menjawab itu kerna kalau kita lihat pada latar belakangnya, ia seorang birokrat tulen jadi paham soal pemerintahan, ia juga pernah menjabat sebagai Kadis PU, dan Sekda Biak numfor jadi paham masalah, tandasnya.

“Pada prinsipnya, ketiga calon kandidat di Biak numfor adalah anak adat asli Biak,jadi mari kita menjaga ucapan-ucapan kita, kita tidak boleh menyerang satu sama lainnya, kita harus memberikan pemahaman politik yang baik, santun dan bermartabat kepada publik, ketiga calon kandidat ini semestinya sama-sama uji Visi dan Misi serta program-program unggulan kepada masyarakat, jangan saling menyerang, karena tidak ada untungnya, kalau kita saling menyerang nanti terbawa-bawa ke dalam pemerintahan, akhirnya pemerintahan tidak berjalan baik, ungkapnya”.

Sambung John, mari kita sama-sama menjaga babe oser, saya kira ketiga calon bupati ini baik, ketiganya punya rekam jejaknya, tapi untuk merobah pemerintahan ini tidak muda membalik telapak tangan, pemerintahan ini membutuhkan seorang dokter yang benar-benar paham penyakitnya, jangan sampai pasiennya sakit malaria, lalu dikasih obat CTM, itu yang menjadi masalah, akhirnya pemerintahannya bukan sembuh tapi tambah sakit dan tidur-tiduran, tutup johan.(rayar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page