TIMIKA| Polemik terkait keberangkatan Iskandar, salah satu peserta asal Kabupaten Mimika yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional, akhirnya menemui titik terang.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mimika, Drs. H. Muhammad Darwis, M.I.Kom, memastikan Iskandar tetap akan diberangkatkan untuk mewakili Provinsi Papua Tengah pada MTQ Nasional.
Kepastian tersebut disampaikan Darwis setelah pihaknya melakukan konfirmasi langsung kepada LPTQ Provinsi Papua Tengah terkait status Iskandar yang sebelumnya menjadi polemik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
“Saya baru cek tadi, ternyata saudara Iskandar ini sudah didaftarkan dan namanya sudah ada di provinsi,” ujar Darwis saat diwawancarai, Minggu (9/8/2026).
Darwis menjelaskan, setelah MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah selesai dilaksanakan, para juara sejatinya dipersiapkan untuk mewakili Papua Tengah di tingkat nasional.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam proses pemberangkatan peserta.
Berdasarkan hasil rapat LPTQ se-Provinsi Papua Tengah, pengiriman peserta dari masing-masing kabupaten kemudian dikembalikan kepada pemerintah daerah masing-masing.
“Karena kita ada keterbatasan anggaran, maka yang kita utamakan dikirim ke nasional adalah anak-anak Timika dulu. Anak Timika itu yang pertama,” jelasnya.
Menurut Darwis, secara kelembagaan LPTQ Provinsi Papua Tengah memiliki kewenangan untuk mengirimkan kafilah ke tingkat nasional. Namun, hingga saat ini dukungan anggaran di tingkat provinsi masih terbatas.
“Yang berhak mengirimkan ke nasional sebenarnya LPTQ Provinsi. Tetapi karena sampai saat ini LPTQ Provinsi belum ada anggarannya, maka dikembalikan kepada daerah masing-masing untuk mengirimkan pesertanya,” katanya.
Terkait polemik yang berkembang, Darwis mengakui dirinya sebelumnya belum mengetahui secara pasti apakah Iskandar telah terdaftar sebagai peserta MTQ Nasional.
Setelah melakukan pengecekan kepada pihak provinsi, ia mendapatkan kepastian bahwa nama Iskandar ternyata sudah masuk dalam daftar peserta.
Kepastian itu kemudian ditindaklanjuti dengan meminta Iskandar segera mengirimkan nomor rekening sebagai bagian dari kelengkapan administrasi keberangkatan.
“Dengan demikian berarti masalah Iskandar selesai. Dia akan berangkat ke nasional walaupun dibiayai oleh Kabupaten Mimika,” tegas Darwis.
Darwis juga meluruskan isu mengenai dirinya yang disebut memblokir komunikasi WhatsApp dengan Iskandar.
Ia mengatakan tindakan tersebut hanya dilakukan sementara karena komunikasi melalui WhatsApp berlangsung hingga larut malam dan dinilai sudah mengganggu.
Darwis menegaskan, sebelum menutup akses komunikasi, dirinya telah menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada Iskandar.
“Saya bilang, maaf Iskandar, karena WhatsApp mengganggu terus sampai tengah malam, saya blokir dulu. Saya sudah kasih tahu dia sebelum saya tutup,” jelasnya.
Menurut Darwis, penutupan komunikasi tersebut bukan dimaksudkan untuk memutus hubungan secara permanen, melainkan untuk meredakan persoalan yang dinilai sudah terlalu berlarut-larut.
Setelah mendapatkan kepastian dari pihak provinsi mengenai status pendaftaran Iskandar, komunikasi kembali dibuka pada Minggu (9/8/2026).
Darwis bahkan langsung meminta Iskandar mengirimkan nomor rekening untuk melengkapi persyaratan administrasi keberangkatan.
“Setelah saya konfirmasi ke provinsi, saya minta segera kirim nomor rekening sebagai persyaratan untuk mengikuti MTQ Nasional. Saya sudah hubungi provinsi dan masih bisa, biar kami berangkatkan,” ujarnya.
Darwis berharap kepastian mengenai status pendaftaran Iskandar dapat mengakhiri polemik yang sebelumnya ramai di media sosial.
Ia menegaskan LPTQ Kabupaten Mimika tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada peserta asal Mimika yang berprestasi untuk tampil di tingkat nasional.
“Maaf atas kesalahpahaman ini. Yang penting sekarang sudah jelas, namanya sudah terdaftar dan kami akan berupaya memberangkatkan,” pungkasnya.









