TIMIKA| Sampah yang selama ini dianggap sebagai barang buangan ternyata bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. Hal itu kembali dibuktikan dalam pelaksanaan 17 Ton Challenge di Distrik Mimika Baru.
Pada hari kedua pelaksanaan yang berlangsung di Pos Timbang Merdeka, Sabtu (8/8/2026), masyarakat berhasil mengumpulkan sebanyak 2.672,2 kilogram atau sekitar 2,67 ton sampah daur ulang.
Dari hasil penimbangan tersebut, nilai uang yang kembali kepada masyarakat mencapai Rp4.707.000.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa gerakan kebersihan tidak harus berhenti pada kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“STOP! Buang sampahmu dulu. Bisa jadi itu uang yang sedang kamu buang.”
Pesan tersebut menjadi salah satu semangat yang terus digaungkan Merlyn dalam mendorong masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah.
Menurutnya, sampah yang dipilah dan dikumpulkan dengan baik memiliki nilai ekonomi. Karena itu, masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan manfaat dari sampah yang mereka kumpulkan.
“Lingkungan menjadi lebih bersih, dompet masyarakat juga ikut bertambah isinya,” menjadi semangat yang dibangun melalui gerakan 17 Ton Challenge.
Merlyn memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Partisipasi datang dari berbagai kalangan, mulai dari RT, sekolah, komunitas, rumah ibadah hingga pelaku usaha.
Ia menegaskan bahwa target 17 ton sampah daur ulang memang menjadi tujuan yang ingin dicapai. Namun, menurutnya, angka tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana gerakan ini mampu membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Sampah tidak lagi sekadar dibuang, tetapi dimanfaatkan dan memiliki nilai,” menjadi semangat yang terus didorong melalui 17 Ton Challenge.
Masyarakat Mimika Baru pun kembali diajak untuk berpartisipasi pada pelaksanaan berikutnya dengan membawa sampah daur ulang ke Pos Timbang Merdeka.
Sampah yang dibawa akan ditimbang dan dibayarkan sesuai dengan nilai ekonominya. Dengan pola tersebut, masyarakat memperoleh manfaat secara langsung, sementara lingkungan menjadi semakin bersih.
“Kalau setiap orang membawa satu karung saja, 17 ton bukan lagi mimpi. Mari buktikan bahwa Mimika Baru bisa,” ajak Merlyn.
Pelaksanaan hari kedua ini menunjukkan bahwa gerakan 17 Ton Challenge bukan sekadar perlombaan mengejar jumlah sampah.
Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi upaya untuk mengubah sampah menjadi rupiah, kepedulian menjadi kebiasaan, dan kebiasaan menjadi gerakan bersama menuju Mimika Baru yang lebih bersih dan bernilai.
Hari Kedua 17 Ton Challenge: 2,67 Ton Sampah Terkumpul, Rp4,7 Juta Kembali ke Warga Mimika Baru









