Pleno Distrik Hoeya Menuai Kritik,Ketua Bawaslu Mimika Sarankan Penyandingan Data

TIMIKA| Penyelenggara PPD Distrik Hoeya Diduga Sengaja Mengamankan Suara Untuk Kepentingan Salah Satu Paslon Pada Pilkada Mimika.(9/12/2024)

Dugaan itu muncul di permukaan saat rapat rekapitulasi perhitunganĀ  perolehan suara di gor futsal jalan sp2,sp5,sejumlah saksi paslon menyampaikan keberatan atas hilangnya suara di Distrik Hoeya.

Saat pleno tingkat Distrik,PPD Hoeya mengklaim sudah melakukan pleno rekapitulasi suara tingkat distrik.

Namun faktanya pada saat rapat pleno pandis dan salah satu PPSĀ  yang bertugas tidak mengetahui hal tersebut, disampikan ketika berada di ruang rapat terbuka mereka mengakui belum dilakukan pleno tingkat distrik dan tidak pernah di libatkan.

Saat menyampaikan keberatan saksi paslon joel Yosep Temorubun mengatakan PPD di Hoeya adalah yang terburuk sepanjang pilkada Mimika. Dirinya menyayangkan suara paslon nomor urut 1 tidak sesuai dengan apa yang disampaikan.

“Kami menduga oknum PPD Hoya ini telah bermain dan merugikan paslon kami”.

Sedangkan saksi pasangan calon nomor urut 2 juga menyampaikan keberatanĀ  yang sama karena data pada D hasil yang ada berbeda dengan yang di bacakan PPD Distrik Hoeya.

Mirisnya pandis Distrik Hoeya mengaku tidak mengetahui kalau PPD telah melakukan pleno tingkat distrik, sedangkan ketua Bawaslu Mimika Frans Wetipo menyampaikan mempunyai data yang sesuai dengan apa yang di bacakan PPD Hoeya yang mana baru di bagikan saat pleno tersebut.

Bawaslu kabupaten Mimika kemudian menyarankan kepada pimpinan sidang untuk melakukan Penyandingan data dari PPD juga Saksi paslon yang ada dan disaksikan Pandis.

Dari perbedaan keterangan yang ada baik dua orang Pandis dan PPS juga perbedaan data saksi pada D hasil,kordiv KPU Mimika Hironimus Kia Ruma menyetujui saran Bawaslu Mimika untuk dilakukan penyandingan data.(ray)

You cannot copy content of this page