Hari Sumpah Pemuda Lanal Timika Peringati Dengan Upacara.(FOTO/humas lanal timika)
TIMIKA| Bertempat di Lapangan Upacara Mako Lanal Timika, Jl. Freeport Lama, Gorong-gorong Timika, Papua Tengah. Mako Lanal Timika mengelar upacara dalam rangka memperingati hari sumpah ke-97 Tahun 2027, Lanal Timika Mengelar Upacara Bendera.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, S.H., M.Tr.Opsla (Danlanal Timika), Komandan Upacara Lettu Laut (PM) Bistok Marbun, S.H, (Kaurpamfik Denpom Lanal Timika) dan Perwira Upacara Letda Laut (S) Marzella, S.Ak (Paur Silta Akun Lanal Timika).
Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, S.H., M.Tr.Opsla (Danlanal Timika) saat membacakan amanat menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-97. Sebuah momen bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran nasional bahwa pemuda dari berbagai daerah, suku, dan bahasa memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu.
Ikrar yang diucapkan pada 28 oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad. Semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi. Tema hari sumpah pemuda tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, mengingatkan kita semua bahwa kemajuan bangsa tidak akan terjadi tanpa partisipasi aktif dari generasi muda.
Pemuda dan pemudi indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan. Di tengah perkembangan dunia digital, pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton. Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif, dan berintegritas. Gunakan kecerdasan, semangat, dan kemampuan untuk membangun negeri ini dari berbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi, lingkungan, maupun sosial.
Selain bergerak maju, kita juga harus terus menjaga persatuan. Perbedaan suku, agama, dan budaya yang kita miliki bukanlah penghalang, tetapi kekayaan yang memperindah bangsa indonesia. Dengan persatuan, kita akan mampu menghadapi segala tantangan, sebagaimana para pemuda tahun 1928 yang mampu melampaui perbedaan demi satu tujuan yakni indonesia yang bersatu. Momentum hari sumpah pemuda ke-97 ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Sudah sejauh mana kita berkontribusi untuk bangsa.
Apakah kita telah menjadi bagian dari solusi atau justru menjadi penonton di tengah perubahan? Saatnya kita buktikan bahwa generasi muda indonesia adalah generasi yang siap beraksi, bukan hanya bereaksi. Gunakan kecanggihan teknologi untuk hal positif. Gunakan media sosial untuk menyebarkan inspirasi, bukan kebencian. Gunakan ilmu dan kreativitas untuk membangun, bukan meruntuhkan. Jadilah pemuda dan pemudi yang membawa semangat persatuan di mana pun berada.
Menteri juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk kembali menyalakan api semangat perjuangan di dalam diri masing-masing. Mari kita lanjutkan cita-cita luhur para pendahulu bangsa dengan langkah nyata. Bangunlah indonesia dari hal-hal kecil di sekitar kita, dari lingkungan tempat kita tinggal, dari bidang keahlian yang kita kuasai, hingga karya-karya besar yang membanggakan negeri. Jangan pernah berhenti mencintai indonesia, karena dari cinta itulah lahir pengabdian yang tulus.









