Soal Razia di Dalam Kapal oleh TKBM di Poumako, Kapolsek Ngomong Gini

Ket. Foto: Tampak dari udara suasana kedatangan kapal di dermaga Pelabuhan Poumako, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Dokumen Pelni Timika).

MIMIKA – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Poumako kerap tidak tertib dan bertindak semena-mena saat kedatangan kapal di dermaga.

Banyak penumpang yang mengeluhkan bahwa selain kerap datang dengan memaksa, sejumlah oknum buruh TKBM bahkan tak segan-segan merazia barang bawaan penumpang di atas kapal.

Hal ini membuat banyak penumpang resah karena mereka dianggap tidak memiliki atau diberi kewenangan untuk melakukan tindakan tersebut.

Hal ini pun dibenarkan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, IPTU Frits Nanlohy melalui sambungan telepon, Jumat 20 Februari 2026.

“Jadi para buruh TKBM di wilayah pelabuhan Poumako sama sekali tidak diberi wewenang untuk melakukan razia di atas kapal di saat kapal sandar,” kata IPTU Frits.

“Kewenangan itu ada di pihak keamanan, dalam hal ini TNI Polri dan Satpol-PP. Itu yang punya kewenangan untuk melakukan razia di atas kapal,” imbuhnya.

Kapolsek menyebutkan, menyangkut hal ini pihaknya telah berkoordinasi dengan PELNI untuk ditertibkan.

Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako juga akan berkoordinasi kembali guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di atas kapal. 

Hal ini menjadi atensi khusus Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako untuk melakukan penertiban terhadap tindakan semena-mena tersebut.

“Apalagi ini barangnya orang dan tanpa koordinasi buruh langsung main Sweeping di atas kapal itu bukan kewenangannya dia,” tegas Frits.

“Akan kami panggil mereka punya ketua-ketua buruh, kami akan panggil mereka kami akan memberikan pemahaman agar mereka sampaikan kepada buruh. Jadi setiap yang akan naik ke kapal harus dengan dia punya pakaian, tidak boleh berpakaian sembarang,” imbuhnya.

Frits juga menegaskan bahwa buruh tak boleh asal naik ke kapal saat kapal belum benar-benar sandar di dermaga. Sebab, hal ini justru akan membahayakan keselamatan buruh itu sendiri.

Polisi juga selalu memberikan teguran kepada para TKBM yang kerap bekerja dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.

Polisi juga akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hal tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif.

(Penulis: Ahmad).

You cannot copy content of this page