Dukung Air Bersih di Mimika, PT Freeport Indonesia Hibahkan Pipa Distribusi ke Pemkab

MIMIKA| PT Freeport Indonesia (PTFI) secara resmi menyerahkan hibah pipa distribusi air bersih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. Langkah nyata ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat Mimika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi PTFI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini. Menurutnya, bantuan ini sangat meringankan beban anggaran daerah. (9/7/2026)

“Biaya terbesar pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berada pada pembangunan Water Treatment Plant (WTP) dan jaringan perpipaan. Hibah pipa ini tentu sangat membantu pemerintah daerah,” ujar Johannes Rettob dalam sambutannya.

Saat ini, program penyediaan air bersih di wilayah perkotaan Mimika telah melayani sekitar 14.000 sambungan rumah. Pemerintah menargetkan penambahan 2.000 sambungan lagi, sehingga totalnya menjadi 16.000 sambungan rumah dengan percepatan pembangunan yang dimulai sejak tahun 2025.

Untuk mengoptimalkan pelayanan yang saat ini masih berjalan 4 jam per hari karena keterbatasan operasional, Pemkab Mimika kini tengah memproses pembentukan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum).

Di sisi lain, Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur dasar di Mimika. PTFI juga memberikan dukungan tambahan berupa sekitar 11 kilometer pipa High Density Polyethylene (HDPE) untuk mempercepat perluasan jaringan berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Pekerjaan Umum.

Pipa jenis HDPE ini dipilih karena lebih ringan, fleksibel, dan memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan pipa konvensional.

Claus juga memastikan bahwa air bersih yang disalurkan dari WTP yang telah selesai dibangun sejak akhir 2019 telah memenuhi standar kualitas yang ketat melalui pengujian rutin, meliputi pengecekan kadar klorin tiga kali sehari, tingkat kekeruhan, uji mikrobiologi, hingga uji kimia.

Melalui sinergi kuat antara Pemkab Mimika, PTFI, dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat, diharapkan pengolahan aset hibah ini dapat berjalan secara profesional dan transparan demi mewujudkan Mimika sebagai kota modern yang sejahtera dan berkualitas. (ray)

You cannot copy content of this page