Ketua Pemuda Terpilih Samuel Takndare, S.H.,(KIRI) Bersama Ketua IKKT Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, S.H., M.H. (FOTO:ND)
TIMIKA, TAMBELOPAPUA.COM – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Badan Pengurus Ikatan Pemuda Tanimbar Bersatu (IPTB) Kabupaten Mimika periode 2026–2031 resmi dilantik pada Rabu (28/10/2026). Momentum bersejarah ini menjadi langkah awal bagi generasi muda Tanimbar untuk memperkuat persatuan, membangun kebersamaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Ketua IPTB Kabupaten Mimika, Samuel Tandare, S.H., mengatakan pelantikan tersebut merupakan agenda yang telah lama direncanakan bersama Ketua Ikatan Kerukunan Kepulauan Tanimbar (IKKT) Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, S.H., M.H.
Saat diwawancarai di Hotel Cenderawasih 66 Timika, Rabu (28/10/2026), Samuel menyampaikan bahwa setelah resmi dilantik, pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dengan merangkul masyarakat asal Kepulauan Tanimbar yang berada di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, IPTB hadir sebagai wadah bagi pemuda dan pemudi Tanimbar untuk mempererat persaudaraan, menyatukan potensi generasi muda, serta membangun komunikasi yang baik di tengah keberagaman masyarakat.
“Yang pertama, kami akan merangkul seluruh masyarakat Kepulauan Tanimbar yang berada di Kabupaten Mimika. Kami ingin membangun kebersamaan agar seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terlibat dalam organisasi dan bersama-sama memberikan kontribusi positif,” ujar Samuel.
Ia menjelaskan, IPTB juga akan berupaya memperkuat koordinasi dengan IKKT sebagai organisasi induk masyarakat Tanimbar di Mimika. Selain itu, pihaknya berencana melakukan pembenahan administrasi dan mendaftarkan organisasi kepada pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), agar keberadaan organisasi memiliki legalitas yang jelas.
Samuel menegaskan, penguatan organisasi tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal, tetapi juga diarahkan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai paguyuban, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok pemuda dari suku-suku lainnya di Kabupaten Mimika.
“Kami ingin menyatukan barisan pemuda dan pemudi Tanimbar, baik yang menetap maupun yang sementara berada di Timika. Kami juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta bersinergi dengan tokoh-tokoh dan organisasi kepemudaan dari suku lain, sehingga komunikasi lintas suku dapat terjalin dengan baik,” katanya.
Samuel berharap, momentum pelantikan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi semangat baru bagi pengurus IPTB untuk bekerja secara maksimal, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua IKKT Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sebagai organisasi induk masyarakat Tanimbar, IKKT menaruh harapan besar kepada IPTB agar mampu mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan.
Menurut Eus, kehadiran IPTB harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, mengembangkan kreativitas, berinovasi, serta menghasilkan karya-karya positif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapan kami, pemuda Tanimbar harus mengambil peran strategis dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Mimika, terutama masyarakat Tanimbar dan lebih khusus lagi generasi muda Tanimbar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya proses regenerasi dalam organisasi. Menurutnya, pengurus IPTB yang baru dilantik merupakan generasi penerus yang perlu dipersiapkan sejak dini agar kelak mampu mengambil tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar, termasuk di lingkungan IKKT.
Karena itu, Eus berharap seluruh pengurus IPTB dapat memanfaatkan kesempatan berorganisasi sebagai wadah untuk belajar, membangun kemampuan kepemimpinan, dan menciptakan berbagai program yang bermanfaat.
Ia mengungkapkan, masa bakti kepengurusan IPTB periode 2026–2031 berlangsung selama lima tahun, terhitung sejak 28 Oktober 2026 hingga 27 Oktober 2031.
Eus juga mengingatkan bahwa mengelola organisasi kemasyarakatan bukanlah hal mudah. Selain membutuhkan komitmen, organisasi juga memerlukan kesadaran, kerja sama, dan semangat pengabdian dari setiap pengurus.
Menurutnya, pengurus organisasi kemasyarakatan menjalankan tugas secara sukarela dan tidak menerima gaji sebagaimana pekerja di perusahaan. Oleh sebab itu, tanggung jawab serta keikhlasan menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
“Ketika seseorang bersedia masuk dalam kepengurusan organisasi, itu harus didasarkan pada kesukarelaan. Saya berharap setiap pengurus yang baru dilantik merasa memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk bekerja bersama-sama serta memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengurus organisasi sebaiknya tidak hanya berorientasi pada apa yang bisa diperoleh dari organisasi, tetapi lebih mengutamakan apa yang dapat diberikan kepada organisasi dan masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan IPTB periode 2026–2031, Eus berharap generasi muda Tanimbar di Mimika dapat semakin solid, memiliki semangat pengabdian, serta mampu menjawab harapan masyarakat melalui program-program nyata.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi IPTB untuk memperkuat persatuan masyarakat Tanimbar, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dan turut menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang beragam di Kabupaten Mimika. (ND)










