Umat Katolik Saat Perayaana Jumat Agung Di Timika-Papua Tengah (18/4)
TIMIKA – Umat Katolik di Gereja St. stefanus Sempan, pada Jumat (18/4) sore, melakukan prosesi cium salib sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Yesus yang rela mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.
Dalam tradisi Gereja Katolik Roma, prosesi penciuman salib Kristus pada perayaan Jumat Agung, bukanlah sebuah tindakan berhala, karena yang dihormati bukan salibnya tetapi makna penyalibanNya.
Penghormatan kepada Kristus yang tersalib, adalah sesuai dengan ajaran Sabda Tuhan sebagaimana tertulis dalam Surat Rasul Paulus, “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain dari Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Pastor Paroki St. Stevanus Sempan Pastor Gabriel Ngga OFM, mengatakan makna teologis dan aplikasi praktis dari kedua tradisi ini dalam kehidupan umat Katolik, khususnya di tengah konflik dan luka dunia modern.
Sementara untuk makna Jalan Salib adalah mengenang penderitaan Yesus, tetapi juga menghayati keteguhan-Nya dalam menyampaikan kebenaran.
“Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa, meski menghadapi kebencian, fitnah, hingga kematian di kayu salib. Ia tetap setia pada misi Bapa. Inilah makna teologis yang mendasar,”katanya.
Umat Katolik dihadapkan agar merefleksikan diri dari hal Dunia. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk melawan kejahatan dan ketidakadilan, sambil meneladani sikap Yesus yang mengampuni.
Dalam, perayaan Jumat Agung dan Penghormatan Salib seharusnya menjadi momentum perubahan sikap bagi umat dalam mewujudkan dalam keberanian membela yang benar, sekaligus rendah hati mengampuni seperti Kristus.
Umat Katolik sedunia, Jumat merayakan Prosesi Jumat Agung dengan melakukan tradisi mencium Salib Yesus sebagai bentuk penghormatan akan kematianNya di kayu salib. Dan, kasih-Nya kepada umat manusia mencapai puncaknya pada hari Jumat Agung, hari di mana Yesus mengurbankan diri-Nya dengan wafat-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan dosa manusia.
Dari pengorbanan di salib inilah, maka seluruh berkat dari Allah mengalir dan Roh Kudus juga tercurah kepada umat-Nya,”tutup. (Lan)









