Longsor Ruas Jalan Yendoker, Distrik Supiori Timur, Kamis 23/10/2025.(FOTO:tambelopapu.com)
SUPIORI|Intensitas hujan tinggi yang melanda Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, selama dua hari berturut-turut mengakibatkan terjadinya longsor di ruas jalan Yendoker, Distrik Supiori Timur, pada Kamis (23/10/2025) dini hari menjelang subuh.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Supiori, Lukas Mansawan kamis malam, membenarkan kejadian tersebut. Longsor terjadi pada ruas jalan Supiori Timur menuju Selatan, tepatnya di titik Yendoker-Ramar.
“Cuaca hujan selama dua hari belakangan ini mengakibatkan longsor di ruas jalan Supiori Timur ke Selatan, di titik ruas Yendoker-Ramar. Luasan wilayah terdampak diperkirakan setengah hektar,” ujar Lukas Mansawan.
Ia menjelaskan, material longsor berupa timbunan tanah menutupi ruas jalan dengan ketinggian yang cukup signifikan. “Ini mengakibatkan timbunan tanah di ruas jalan kurang lebih 2,5 meter,” ucapnya.
Akses Ditutup Sementara, Pembersihan Diperkirakan Tiga Hari:
Menanggapi bencana ini, BPBD Supiori segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, termasuk Bupati Supiori, Dinas PUPR, TNI, Polri, serta pemerintah distrik dan kampung. Tim gabungan, bersama masyarakat, segera bergerak untuk memindahkan pohon-pohon besar yang ikut tergerus.
Pemerintah Daerah juga melibatkan pihak swasta dengan mengerahkan satu alat berat. Upaya pembersihan dimulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIT pada Kamis, namun belum tuntas dan akan dilanjutkan pada esok hari.
“Pembersihan ruas jalan tersebut akan memakan waktu tiga hari sehingga untuk sementara akses jalan ke selatan ditutup. Masyarakat bisa melewati jalur pesisir sebagai alternatif,” jelas Lukas Mansawan.
Lukas Mansawan bersyukur karena lokasi longsor yang jauh dari pemukiman warga kurang lebih setengah kilometer dari Kampung Yendoker menyebabkan tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini.
Di akhir keterangannya, Lukas Mansawan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan aktif memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami imbau masyarakat selalu waspada, terutama di wilayah pesisir yang melakukan aktivitas melaut atau yang melakukan penyeberangan antar pulau, agar update terus informasi dari BMKG, terlebih di jelang akhir tahun,” tutupnya. (Red)










