news, NEWS  

Klasis Persiapan Duma KINGMI Papua Gelar Tiga Momentum Utama: dari Natal Klasis hingga Doa Pemulihan

Warga Jemaat Dan Panitia Saat Menyambut Kedatangan Bantuan Saat Tiba Di Halaman Gereja Galilea.(FOTO/tambelopapua.com)

TIMIKA| Badan Pengurus Harian Klasis Persiapan Duma Gereja Injil di Tanah Papua (KINGMI) bersama seluruh umat menggelar serangkaian kegiatan besar yang dipusatkan pada tiga momentum utama. Kegiatan ini sekaligus menyambut kedatangan para tamu undangan di Tanah Papua. (4/12/2025)

Ketiga momentum utama yang diselenggarakan oleh Klasis Persiapan Duma KINGMI adalah, Natal Klasis, Persiapan Duma, Tanam Papan Nama ,Kantor Sekretariat dan Doa Pemulihan.

Tema dan sub Tema dalam perayaan ini dilaksanakan dengan mengangkat tema utama “Kelahiran Yesus Raja Damai menghadirkan kemuliaan Allah damai sejahtera bagi jemaat-Nya” (mengutip Injil Lukas 2:14).

Adapun Sub Tema yang diusung berbunyi: “Dengan semangat merayakan Natal Pertama Klasis Persiapan Duma dengan bersatu hati dan mempersiapkan diri untuk menerima Kemuliaan Tuhan.”

Ketua Panitia Yulianus Dibutau S.cg saat di jumpai di halaman Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua jemaat Galilea Klasis Tembagapura mengatakan kegiatan ini juga dihadiri oleh Pdt. Tanya Lagoan, S.Th., M.Th., yang menjabat sebagai Ketua Sinode KINGMI di Tanah Papua.

Menurutnya. Hal ini menunjukkan dukungan penuh dari Sinode pusat terhadap persiapan dan perayaan yang diadakan oleh Klasis Duma. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perayaan rohani Natal, tetapi juga pada pembangunan fisik dan pemulihan spiritual.

Acara tanam papan nama kantor sekretariat menandai langkah maju dalam administrasi dan pelayanan Klasis, sementara Doa Pemulihan diharapkan membawa kedamaian dan kekuatan bagi seluruh umat di wilayah tersebut.

Panitia telah melakukan berbagai persiapan, baik logistik maupun rohani, untuk menyukseskan Natal Klasis Perdana, Tanam Papan Nama Sekretariat, dan Doa Pemulihan.

“Panitia telah mengumpulkan sumbangan babi untuk acara adat Bakar Batu, dengan jumlah yang mencapai 15 hingga 17 ekor.”

Menurtnya. Babi-babi ini merupakan persembahan sukarela dari jemaat, diberikan per marga dan per gereja, bukan hasil pembelian. Semua perlengkapan dan logistik yang disebut “barang-barang yang ada di luar” telah disediakan dan dilengkapi oleh panitia.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarumat dan memperkuat pelayanan gereja di tengah masyarakat Papua. (Rayar)

You cannot copy content of this page