Yayasan Hati Tulus Intan Jaya Siapkan 10.000 Buku untuk Berantas Buta Aksara Melalui Gereja

Ketua Yayasan Hati Tulus Intan Jaya (HTIJ) Nahor Maisini, SE, M. Th. (FOTO:Rayar)

TIMIKA| Yayasan Hati Tulus Intan Jaya (YHTIJ) mengambil langkah nyata untuk meningkatkan literasi masyarakat di daerah pegunungan.

Yayasan tersebut kini tengah mempersiapkan pendistribusian 10.000 buku panduan belajar sebagai bagian dari program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Intan Jaya.

Ketua Yayasan Hati Tulus Intan Jaya, Nahor Maisini, SE, M.Th., menyatakan bahwa program ini merupakan upaya jangka panjang untuk meningkatkan taraf hidup dan spiritualitas masyarakat. (27/1/2025)

Nahor Maisini menjelaskan bahwa program ini terbagi menjadi dua target utama. Ditujukan bagi warga yang belum bisa membaca agar mereka nantinya mampu membaca Alkitab secara mandiri guna pertumbuhan iman dan spiritualitas.

Anak-Anak Usia Sekolah. Gereja hadir sebagai penopang bagi anak-anak yang belum lancar membaca di sekolah dasar, sehingga memudahkan proses belajar mereka di jenjang pendidikan formal.

“Kami menyiapkan 16 jenis buku berbeda, mulai dari buku Amma Bogas hingga buku Yohanes. Saat ini 7.000 buku sudah siap cetak, dan sisanya sedang dalam proses penggandaan,” jelas Nahor Maisini.

Penyaluran buku telah mulai berjalan hari ini (27/) hingga pada Februari dan Maret mendatang dengan melibatkan para hamba Tuhan dan pendeta di klasis-klasis sebagai tenaga pengajar langsung di jemaat masing-masing.

Selain literasi dasar, Yayasan Hati Tulus Intan Jaya juga berencana membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memfasilitasi warga putus sekolah (SD, SMP, SMA) agar bisa mendapatkan ijazah paket disertai pembekalan pengetahuan yang mumpuni. (Redaksi)

You cannot copy content of this page