TIMIKA| Panitia Khusus (Pansus) Mogok Kerja (Moker) DPRK Mimika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) dan pimpinan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (PTKPI) di Gedung DPRK Mimika pada Rabu (19/8/2026). Pertemuan ini membahas progres penyelesaian serta formulasi opsi langkah penanganan persoalan mogok kerja ribuan karyawan yang telah berlangsung sejak 2017.
Hadir saat RDP Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, Wakil Ketua I Asri Akkas, Wakil Ketua III (POKSUS) Ester Tsenawatme, Ketua Komisi III Herman Gafur, Ketua Pansus Moker Derek Tenouye, Wakil Ketua Abrian Katagame, Sekretaris Yan Piterson Laly, ST., Anggota Merry Pongutan, Ancelina Beanal, Elias Mirip, Aser Gobai.
Ketua Pansus Moker DPRK Mimika, Derek Tenouye, menjelaskan bahwa pertemuan tanggal 19 Agustus ini merupakan kelanjutan dari panggilaan pertama yang dilayangkan pada 11 Agustus. Pada pemanggilan awal, pihak pengambil keputusan dari manajemen PTFI belum dapat hadir secara lengkap.
“Hari ini, Pak Claus Wamafma bersama unsur pimpinan manajemen lainnya hadir. Karena pimpinan hadir lengkap, kita sudah berbicara secara langsung mengenai solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) untuk penyelesaian sengketa ini,” ujar Derek Tenouye usai menggelar pertemuan di Mimika.

Derek mengungkapkan, negosiasi berfokus pada perumusan langkah kongkret untuk mengakhiri persoalan perburuhan yang telah berlangsung lama. Pansus Moker DPRK Mimika tidak lagi sekadar mengurai kronologi masalah, tetapi mendorong kepastian langkah hukum dan skema penyelesaian.
Manajemen PT Freeport Indonesia menyambut positif iktikad tersebut dan siap menindaklanjuti poin-poin kesepakatan berdasarkan rekomendasi resmi yang diterbitkan oleh legislatif.

“Manajemen PTFI merespons dengan serius poin-poin yang kami bahas. Pada tahap akhir, mereka menyatakan siap menunggu rekomendasi resmi dari Pansus DPRK Mimika. Rekomendasi inilah yang akan menjadi acuan dasar bagi PTFI untuk mengeksekusi langkah-langkah penyelesaian teknis,” jelasnya.
Atas iktikad baik tersebut, Pansus Moker memberikan apresiasi kepada manajemen PTFI yang telah membuka ruang dialog konstruktif bersama DPRK Mimika.

Sekretaris Pansus Moker DPRK Mimika, Yan Pieterson Laly, S.T., juga mengungkapkan bahwa RDP tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengambil keputusan dari PT Freeport Indonesia, di antaranya jajaran direktur seperti Claus Wamafma dan Clementino Lamury, empat Vice President (VP) termasuk Sulieman Faluk dan Iyas Kusnadi, jajaran manajer, serta General Manager PT KPI Jibril Bahar.
“Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan saling mendukung untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah berjalan selama sembilan tahun ini. Dalam RDP, dibahas berbagai opsi langkah penyelesaian, mulai dari opsi A, B, C, D hingga kategorisasi tingkat penyelesaian,” ujar Yan Pieterson Laly seusai rapat.

Yan menjelaskan bahwa seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi dari Pansus Moker selanjutnya akan diparipurnakan secara resmi oleh DPRK Mimika bersama hasil dari tiga pansus lainnya. Jadwal pelaksanaan sidang paripurna akan disesuaikan dengan agenda Badan Musyawarah (Bamus) DPRK Mimika setelah dilaporkan kepada unsur pimpinan dewan dan pimpinan fraksi.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh karyawan agar tetap tenang dan bersabar selama proses kelembagaan ini berlangsung hingga penetapan keputusan resmi.
“Tugas kami selaku wakil rakyat yang tergabung dalam Pansus Moker sudah mendekati garis finis. Rekomendasi yang dikeluarkan nantinya bersifat menegaskan dan meneruskan keputusan kepada pihak-pihak terkait agar dapat segera dilaksanakan,” tegas Yan. (Ray)









