NEWS  

Peduli Pendidikan (YPKB) Hadirkan 240 Anak Kamoro Ikut Pembinaan Iman Dan Karakter

Anak-anak peserta beasiswa YPKB saat sedang bernyanyi lagu rohani.(Foto:tambelopapua)

TIMIKA| Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) Mimika terus menunjukan bukti keseriusan terhadap pendidikan anak asli Papua dari suku Kamoro Mimika,Papua Tengah(24/4/2024)

Bukti keseriusan itu terlihat pada momen kegiatan yang dilakukan (YPKB) terus memberikan pembinaan  iman dan karakter. Lebih dari 240 anak usia dini sebagai peserta beasiswa yayasan pendidikan kamoro bangkit di rumah Ret Rer Loresa, Sp 3, Mimika, Papua Tengah, Selasa (23/4/2024).

Dari usia anak dibangku kelas 1 SD hingga kakak-kakaknya ini terlihat sangat aktif saat dipandu oleh beberapa orang Romo dari rumah Ret Ret Loresa untuk bernyanyi lagu rohani dan sejumlah rangkaian pembinaan lainnya.

Kegiatan tersebut bertajuk dengan tema “Iman dan Karakter Fondasi Kehidupan”, output kegiatan ini bertujuan menjadi fokus bagi siswa mengembangkan potensi diri dan menjadi pribadi yang memuliakan Tuhan, serta menjadi penunjang keberhasilan pendidikan.

Dikatakan sekretaris (YPKB) yakni Rafael Taorekeyau disela sela kegiatan tersebut kepada awak media mengatakan.

“Pembinaan ini dilakukan sesuai program yayasan yakni program pembinaan yang dilakukan sebanyak dua kali per enam bulan”.

Melalui kegiatan ini, kata Refael bertujuan untuk membentuk karakter siswa sejak usia dini untuk lebih mengenali karakter masing-masing anak.

“Utamanya itu karakter siswa. Kita mulai bentuk mereka dari tingkat SD, bagaimana kekuatan iman mereka, bagaimana karakter iman mereka mulai terbentuk itu yang kita utamakan,” kata Refael.

Selanjutnya, Bendahara (YPKB), Evelin Kosamah menyebutkan, alasan yang mendasari pelaksanaan pembinaan iman dan karakter ini dikarenakan dua hal itu merupakan hal untuk menunjang keberhasilan anak-anak dalam dunia pendidikan.

“Hari ini anak-anak yang datang itu sekitar 248 orang anak. Hari ini ada empat kampung, memang kita ada lima kampung, Kampung Nayaro lagi tapi karena Nayaro jauh jadi nanti kita fokus ke sana langsung,” ungkapnya.

Ditambahkan Ketua (YPKB), Thomas Too mengatakan, yang menjadi fokus yayasan saat ini adalah pembiayaan yang difokuskan kepada masyarakat Suku Kamoro di lima kampung.

Lanjut Thomas, kedepan pihaknya(YPKB) tidak hanya terfokuskan pembiayaan di lima kampung tersebut namun juga berupaya untuk bisa memperhatikan secara keseluruhan masyarakat Suku Kamoro.

“Harusnya kita membantu yang tidak tercover. Kami siap untuk bantu dia tapi syaratnya dia harus orang Suku Kamoro, itu untuk ke depan tapi untuk hari ini kita fokus untuk lima kampung,” ungkap Thomas.

Dirinya mengungkapkan alasan pentingnya pendidikan kepada anak-anak asli Kamoro, Thomas mengatakan bahwa pendidikan anak-anak Kamoro kini masih terbilang terbelakang.

Oleh karena itu, (YPKB) bertekad untuk mendongkrak mutu pendidikan anak-anak Kamoro agar dapat bersaing dengan anak-anak di daerah lainnya.

“Dengan sekolah itu bisa mengubah seseorang. Makanya jauh-jauh hari kami mulai persiapkan dari sekarang,” tutur Thomas.

Thomas berterima kasih kepada PT Freeport Indonesia dan juga Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang sudah mendukung program-program (YPKB) melalui pembiayaan. (YPKB) sendiri juga membiayai anak-anak Kamoro yang menempuh pendidikan di empat daerah di pulau Jawa. Diantaranya Semarang, Jogja, Magelang dan Bandung.

Ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hal ini kedepan dapat bersinergi bersama sama dalam membangun anak-anak Papua khususnya anak-anak Kamoro dalam program pendidikan. (Rayar)

You cannot copy content of this page