Kegiatan Simulasi Pemungutan Suara Dan Perhitungan Di Kabupaten Mimika.
TIMIKA| KPU Provinsi Papua Tengah Mengelar Simulasi Pemungutan Dan Perhitungan Suara Pada Pilkada Serentak Tahun 2024.(21/10/2024).
Kegiatan tersebut dilakukan KPU Papua Tengah di Kabupaten Mimika hari ini. Komisioner Kordinator Divisi Tehnis Indra Abang Ola kepada media ini mengatakan.
Persiapan mulai dari pembentukan tempat TPS kebutuhan TPS kemudian daftar hadir, ini diperketat dengan tujuan bahwa orang hng melakukan pencoblosan atau pemilihan memang betul betul orang yang terdaftar di DPT yang sesuai alamat.
Sehingga kejadian sebelumnya orang yang berada di TPS lain tapi tidak ada dalam daftar DPT lalu bukan penduduk setempat tapi bisa menggunakan hak pilih mereka itu kita minimalisir cegah dengan memperketat daftar hadir undangan dengan memperkenalkan daftar hadir ,undangan dengan memverifikasi KTP elektronik pada saat pencoblosan.
“DPT, jumlah DPT jumlah penduduk yang melakukan pemilihan di TPS yang sudah disediakan itu daftar pemilihnya nanti langsung ditempel di sekitaran tempat pencoblosan”.
Kegiatan simulasi ini dengan maksud dan tujuannya agar meningkatkan pengetahuan, pengalaman, kemampuan penyelenggaraan ed hoc di tingkat KPPS dengan basis TPS.
Karena bagi kami proses rekapitulasi ini ujung tombaknya ada di TPS teman teman penyelenggara pemilu kami yaitu di KPPS
“Peserta yang kita undang hari ini sasarannya adalah TPS asli, penduduk yang ada di TPS yangmana telah tercatat di DPT .
Kita menggunakan sampel warga yang ada di TPS tersebut”
Disini juga kita bisa mengevaluasi, melihat kekurangan-kekurangan untuk kita rumuskan melengkapi menyempurnakan untuk melaksanakan pemungutan suara di tanggal 27 November 2024.
Pengalaman sebelumnya dari hasil evaluasi karena pemilihan sebelumnya menggunakan 7 surat suara untuk pilkada sendiri kita gunakan dua kotak suara, pertama untuk calon bupati dan Wabup, dan satunya untuk gubernur dan wagub.
Ada perbedaan antara jumlah pemilih untuk pilkada dengan pemilihan kemarin, kalau pemilihan kemarin maksimal 300 tetapi Pemilukada hari ini jumlah pemilih maksimal 600 antara jumlah pemilih yang berbeda ini kita mencoba mensimulasikan untuk mengukur waktu dengan jumlah pemilih yang lebih banyak daripada pemilih sebelumnya kemudian memperkenalkan KPPS terkait form-form yang merupakan tugas mereka nanti di hari H.
Mulai dari C hasil, kemudian persiapan persiapannya, persiapan dari H-3 itu KPPS harus mengumumkan kemudian mendistribusikan undangan dan menyampaikan dan memberitahukan ke warga untuk datang ke TPS masing masing dengan membawa undangan yang telah disampaikan oleh KPPS kemudian kita lihat dari sisi waktu kapan kotak suara mulai dibuka, lalu apa saja yang akan dilakukan di TPS pada saat pencoblosan
Form-form apa yang harus disiapkan KPPS dalam urusan pencoblosan. Jadi mulai dari mendistribusi undangan, membuka kotak, menghitung surat suara, menyiapkan absen, mengenal pemilihan. Ada pemilih DPT, ada juga pemilih pindahan yang dimana sebelumnya terdaftar di TPS lain tapi pas pencoblosan mendaftar di TPS lain yang tidak sesuai dengan alamat domisili e-KTP
Kemudian ada pemilih khusus, mereka yang memiliki KTP elektronik tapi tidak terdaftar didalam DPT, tetapi alamat didalam KTP Elektronik itu sesuai dengan tempat TPS dilaksanakan
Kemudian untuk mengatasi pemilih disabilitas, mereka yang lansia dan lainnya yang membutuhkan perlakuan khusus.
Semua kita demonstrasikan dengan tujuan saat memberikan pelayanan pada tanggal 27 oleh KPPS kami itu telah menyatakan memiliki pengetahuan sama
Kemudian kita juga menyampaikan hak hak para Paslon melalui saksi saksi para pemantau merupakan salinan salinan itu yang harus diberikan kepada mereka juga kepada Bawaslu.
Kegiatan hari ini juga kita undang teman teman PPD SE kabupaten mimika dengan harapan setelah menyaksikan proses awal simulasi sehingga bisa meneruskan pengalaman hari ini ke KPPS masing masing di wilayah kerja masing masing
Untuk Papua Tengah dalam hal pemberian surat suara ini tidak secara coblos langsung, makanya kami KPU Provinsi juga mau melaksanakan simulasi yang sama tapi dengan metode sistem noken
Sasarannya adalah 6 kabupaten yang masih menggunakan sistem noken. Coblos langsung ada di Nabire dan Timika.
Untuk simulasi coblos langsung di Timika karena Timika merupakan DPT terbesar sistem noken ikat kami menggunakan tempat praktek pencoblosan dan rekapitulasi masih dengan noken dengan jenis form menggunakan sistem noken dengan tata cara pencoblosan.(rayar)









