Tabel Inflasi Bulan Oktober 2024 Sumber Data BPS Kabupaten Mimika Per 1 November 2024.
TIMIKA| Pada Bulan Oktober 2024 Kabupaten Mimika Mengalami Kenaikan Inflasi Sebesar 4,75 Persen Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Sebesar 110,03.
Adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,08 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 7,91 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,43 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 7,85 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,62 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,21 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,23 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Timika Oktober 2024 sebesar 0,68 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 3,52 persen.
Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada Oktober 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,75 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,04 pada Oktober 2023 menjadi 110,03 pada Oktober 2024. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,68 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d sebesar 3,52 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,08 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 7,91 persen;
Komuditi Makanan, Minuman, dan Tembakau
Kelompok ini pada Oktober 2024 Timika mengalami inflasi y-on-y sebesar 7,08 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,26 pada Oktober 2023 menjadi 113,78 pada Oktober 2024.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok makanan sebesar 8,00 persen dan terendah yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 2,48 persen. Subkelompok minuman beralkohol tidak mengalami perubahan.
Kelompok ini pada Oktober 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 3,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: daging babi sebesar 0,72 persen; beras sebesar 0,59 persen; kangkung sebesar 0,38 persen; terong sebesar 0,20 persen; bawang putih sebesar 0,19 persen; tauge/kecambah sebesar 0,16 persen; tahu mentah sebesar 0,13 persen; roti manis sebesar 0,12 persen; telur ayam ras dan bawang merah masing-masing.
Kelompok Pakaian dan Alas Kaki
Kelompok ini pada Oktober 2024 Timika mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,53 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 100,64 pada Oktober 2023 menjadi 101,17 pada Oktober 2024.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok pakaian sebesar 1,51 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok alas kaki sebesar 2,66 persen.
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga Kelompok ini pada Oktober 2024 Timika mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,07 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,04 pada Oktober 2023 menjadi 104,14 pada Oktober 2024.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 2,77 persen dan terendah yaitu subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,02 persen. Sementara subkelompok.
Kelompok Transportasi, Kelompok ini pada Oktober 2024 Timika mengalami deflasi y-on-y sebesar 0,21 persen atau terjadi penurunan indeks dari 110,02 pada Oktober 2023 menjadi 109,79 pada Oktober 2024.
Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y yaitu jasa angkutan penumpang sebesar 11,59 persen. Sementara subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi yaitu jasa pengiriman barang sebesar 28,44 persen dan terendah yaitu subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 1,00 persen.(rayar)









