Pelepasan Pengiriman Ikan Oleh Bupati Biak Numfor.(FOTO/tambelopapua.com)
BIAK NUMFOR|Sektor perikanan Biak Numfor menunjukkan geliat signifikan setelah Bupati Markus Oktovianus Mansnembra secara resmi melepas pengiriman perdana ikan segar menuju Kota Semarang, Jawa Tengah. Pelepasan yang berlangsung di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak, Senin (20/10/2025), melibatkan muatan total 32 ton ikan segar, hasil kolaborasi antara PT Bahari Ocean Semarang dan PT Biak Ocean Seafood. (21/10/2025)
Ikan yang dikirim merupakan hasil tangkapan nelayan lokal, dengan jenis dominan Tuna dan Cakalang, serta sejumlah ikan lokal lainnya.
Bupati Markus menyampaikan apresiasi tinggi kepada investor dan nelayan lokal atas terwujudnya pengiriman perdana ini. “Tentunya kami atas nama pemerintah daerah, memberikan apresiasi untuk PT Bahari Ocean Semarang, yang mana dalam komitmennya berinvestasi dalam bidang perikanan dapat terwujud,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada direksi, karyawan, dan seluruh masyarakat nelayan yang telah bekerja keras memasok hasil tangkapannya.
Fokus Pemberdayaan Nelayan Lokal:
Direktur PT Biak Ocean Seafood, Yunus Saflembolo, menjelaskan bahwa operasi mereka berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan nelayan dari seluruh wilayah Biak.
“Kami sebulan di sini, dan semua ikan dari para nelayan. Fokus kami pada pemberdayaan masyarakat baik dari Kepulauan seperti Aimando Padaido, Tanjung Barahi, Soryar, di Biak Timur, wilayah Biak Barat, Biak Utara, hingga di perkotaan Biak,” ucap Yunus.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Biak Numfor, Effendy Igirisa, membenarkan bahwa PT Bahari Ocean Semarang merupakan investor kelima di bidang perikanan di Biak, dan seluruhnya berorientasi pada ekspor ikan.
“Sebelumnya ada CV Kennrich Kennard, CV Cellen, PT Nusatuna, dan satu lagi sementara melakukan pembangunan Cold Storage-nya kapasitas 500 ton di area Biak Utara, yaitu PT Bandung Bahari. Semua ini berorientasi pada ekspor ikan, dan PT Bahari Ocean Semarang berinvestasi pada ADFR Best Freeze,” jelas Effendy. Ia juga menyebut investasi ini merupakan lanjutan dari kedatangan investor asal Tiongkok, China, yang akan berinvestasi di Biak.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap sinergi antara investor dan nelayan lokal ini terus berlanjut, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Biak.
Pengiriman perdana 32 ton ikan segar dari Biak ke Semarang merupakan indikator kuat bahwa program pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak mulai membuahkan hasil nyata. Kehadiran PT Bahari Ocean Semarang sebagai investor kelima yang berorientasi ekspor menegaskan posisi Biak Numfor sebagai salah satu hub perikanan penting di Timur Indonesia.
Aspek paling penting dari pengiriman ini adalah penekanan Direktur PT Biak Ocean Seafood pada pemberdayaan masyarakat lokal. Ketika perusahaan besar bergantung pada pasokan dari nelayan di Aimando Padaido, Tanjung Barahi, hingga Biak Utara, ini menciptakan rantai nilai yang inklusif. Nelayan kecil kini memiliki kepastian pasar dengan harga yang stabil, yang merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Namun, Pemerintah Daerah harus memastikan bahwa investasi yang masuk dibarengi dengan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan (sustainable fishing).
Peningkatan volume tangkapan harus diimbangi dengan regulasi yang ketat agar kekayaan laut Biak tidak tereksploitasi berlebihan. Sinergi ini, jika dikelola dengan bijak, akan mengukuhkan Biak Numfor bukan hanya sebagai lokasi transit ikan, tetapi sebagai pusat produksi perikanan yang makmur dan bertanggung jawab.(red)









