Foto Bersama Direktur YPMAK Dr Leonardus Tumuka Bersama.
TIMIKA, Tambelopapua.com-
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), adalah organisasi pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia mendukung kegiatan pengembangan sumber daya manusia Papua bagi Orang Asli Papua (OAP).
Kegiatan dihadiri oleh motivator Jose A. Ohei,
Dr Leonardus Tumuka, Ketua Pengurus YPMAK yang dilaksanakan di Graha Eme Neme Yauware pada, Rabu (7/5).
Dr Leonardus Tumuka, Ketua Pengurus YPMAK mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi dan mengaktualisasikan diri anak-anak Papua.
Dimana pendaftaran kegiatan ini sudah mencapai lebih dari 60 peserta, meskipun waktu pendaftaran tidak terlalu lama. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak Papua sangat membutuhkan wadah untuk mengembangkan potensi mereka.
“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, karena dapat meningkatkan sumber daya manusia Papua dan menggali potensi-potensi yang tersembunyi,” katanya.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak Papua dapat meningkatkan kemampuan dan potensi mereka, sehingga dapat menjadi generasi yang lebih baik dan berkontribusi pada pembangunan Papua.
Founder Yayasan Sa Noken, Efron Tabuni mengatakan, organisasi ini mengadakan kegiatan pendidikan karakter untuk generasi muda Papua di Timika. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Papua agar mereka dapat mengisi potensi diri dan menghadapi tantangan hidup.
“Kami melihat kegiatan ini sangat penting, sehingga kami sengaja mengundang motivator
Jose A. Ohei, untuk hadir dan memberikan pendidikan karakter kepada generasi muda Papua,”katanya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan generasi muda Papua dapat memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi masa depan dengan percaya diri.
Sementara itu Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ananias Faot, mengatakan, di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, dunia kerja kini menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis
Dimana dunia industri, swasta maupun sektor publik, menghendaki tenaga kerja yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, etis, dan karakter.
“Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi pilar penting dalam membentuk generasi muda papua yang tangguh, berdaya saing, dan bermartabat,” katanya.
Ananias mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk nyata dalam mempersiapkan anak-anak muda papua untuk memasuki dunia kerja dengan bekal yang kuat, baik dari sisi keterampilan melamar pekerjaan, memahami dinamika pasar tenaga kerja, maupun membangun mentalitas dan karakter pekerja yang tangguh.
“Para peserta yang saya banggakan,
tanah papua adalah tanah yang kaya, bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya akan budaya, semangat, dan potensi anak-anak mudanya. Namun kekayaan itu tidak akan berarti jika tidak diiringi oleh kesiapan dan kemauan untuk belajar, berkembang, dan bersaing secara sehat,”tambahnya.
Pelatihan ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk membuka cakrawala, memperkuat soft skills dan hard skills, serta membangun jaringan yang kelak akan berguna saat memasuki dunia kerja.
Ia juga menekankan bahwa karakter adalah dasar dari segalanya yaitu, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan cinta tanah air-semua nilai ini harus menjadi fondasi dalam setiap langkah kalian.
Pendidikan karakter bukanlah hal yang berdiri sendiri, melainkan melekat dalam cara kita bekerja, berinteraksi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Semoga ini menjadi awal dari rangkaian program berkelanjutan yang mampu mendorong peningkatan kualitas SDM Papua secara menyeluruh,” pungkasnya. (Lan)









