Atasi Tantangan Literasi-Numerasi, Biak Numfor Inisiasi Pembentukan Tim Pengembangan Literasi Daerah (TPLD)

kegiatan Diseminasi Hasil Baseline dan Konsultasi Kebijakan Lintas Sektor dalam rangka pembentukan Tim Pengembangan Literasi Daerah (TPLD) Kabupaten Biak Numfor.(FOTO/tambelopapua.com)

BIAK|Yayasan Rumsram, bersama UNICEF dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Biak Numfor, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di daerah tersebut. Inisiasi ini diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Baseline dan Konsultasi Kebijakan Lintas Sektor dalam rangka pembentukan Tim Pengembangan Literasi Daerah (TPLD) Kabupaten Biak Numfor. (23/10/2025)

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mapia Biak pada Rabu (22/10/2025) ini bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam penguatan literasi melalui wadah resmi TPLD.

Sekretaris Disdikdaya Biak Numfor, Jhon Sobuber, yang mewakili Kepala Dinas, secara resmi membuka acara tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Rumsram, UNICEF, dan semua pihak yang terlibat.

“Kami harap dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, kemampuan literasi dan numerasi di Biak Numfor akan meningkat dan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan anak-anak di Biak Numfor,” ujar Jhon Sobuber dalam sambutannya.

Tantangan Biak Numfor: Literasi Kuning, Numerasi Merah Direktur Yayasan Rumsram Biak, Ishak Matahiri, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mendesak mengingat hasil pemetaan nasional menunjukkan bahwa Biak Numfor menghadapi tantangan signifikan di mana rapor pendidikan daerah menunjukkan status literasi masih kuning dan numerasi masih merah.

“Diharapkan dengan kerja sama ini, kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di Biak Numfor bisa meningkat. Sehingga, rapor pendidikan, khususnya literasi yang saat ini masih kuning, bisa secepatnya menjadi hijau dan status numerasi yang saat ini masih merah menjadi kuning,” tegas Ishak.

Workshop ini melibatkan 9 sekolah sasaran, 8 PAUD kontrol, perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan (PKBM, YPK, YAPIS, YPPK), komite sekolah, dinas teknis, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Keterlibatan Dukcapil dinilai penting karena masih ditemukan kasus anak-anak PAUD yang belum memiliki akta kelahiran.

Fokus Kuat pada PAUD dan Komitmen UNICEF
Sementara itu, Spesialis Pendidikan UNICEF – Indonesia, Pria Santri Beringin, mengapresiasi semangat optimisme, khususnya dari para guru TK dan SD di Biak Numfor.

Ia menekankan komitmen UNICEF untuk terus melayani anak-anak, terutama dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “PAUD memberikan modal kuat untuk memastikan anak-anak tidak terbata-bata dalam literasi dan numerasi saat di SD,” jelasnya.

Ke depan, UNICEF akan memfokuskan program pada lima domain penting, termasuk penguatan pra – literasi dan pra-numerasi. Pria Santri berharap kegiatan diseminasi ini dapat menjadi modal dasar yang kuat untuk pengembangan literasi di Biak Numfor.

Data baseline yang dihasilkan dari survei 9 sekolah dan 8 PAUD oleh UNICEF ini diharapkan menjadi dasar tindak lanjut konkret dari semua pihak, sehingga pembentukan TPLD akan menjadi wadah efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Biak Numfor.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Bunda PAUD dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Biak Numfor. (Tom/Editor/Rayar)

You cannot copy content of this page