TIMIKA – Ketegangan pecah di Jalan Ahmad Yani, Timika, tepatnya di depan sebuah toko jual beli emas. Aksi saling lempar antara warga yang berprofesi sebagai pendulang lokal dan aparat kepolisian tak terhindarkan saat petugas berupaya membuka blokade jalan yang dipasang warga, Selasa (24/02).
Aksi pemblokiran ini dipicu oleh kekecewaan warga pendulang terhadap pihak pembeli (toko) emas. Warga menuntut kejelasan terkait penjualan dan menilai adanya keterlambatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa menolak membuka blokade jalan sebelum ada kesepakatan atau penjelasan pasti dari pihak pembeli emas. Situasi yang semula hanya berupa protes mulai memanas ketika aparat mencoba melakukan negosiasi untuk membuka akses jalan umum yang lumpuh.
Guna menghindari kerusuhan yang lebih luas, aparat dari Polres Mimika dibantu satuan Brimob terpaksa mengambil tindakan tegas.
Satu unit mobil Water Cannon disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi aksi susulan. Hingga berita ini diturunkan, situasi mulai berangsur kondusif namun puluhan personel kepolisian masih berjaga ketat di sekitar area Jalan Ahmad Yani dan toko emas terkait.
Kejadian ini sempat menjadi tontonan warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas, menyebabkan kemacetan di jantung kota Timika. Diketahui sejumlah warga terpaksa diamankan pihak kepolisian saat kejadian itu. (Rayar)









