Dua Pemanah Muda Papua Tengah Sabet Medali Perunggu di Kejurnas Junior 2026

Dua pemanah muda, Akdan Khalid Al Hakim dan Algibran Aradhana. (FOTO:ray)

TAMBELOPAPUA.COM, KUDUS| Kontingen Panahan Provinsi Papua Tengah mengukir prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 21–29 Juli 2026.

Dua pemanah muda, Akdan Khalid Al Hakim dan Algibran Aradhana, sukses menyumbangkan medali perunggu usai menundukkan wakil-wakil kuat dari DKI Jakarta. Informasi ini disampaikan Coach Mulki Panahan Papua Tengah kepada media ini melalui pesan Whatssapp.

Kemenangan dramatis pertama dicatatkan oleh Akdan Khalid Al Hakim yang bertanding di Divisi U-10. Tampil di partai perebutan tempat ketiga dengan sistem set point dan alternate shoot, Akdan menunjukkan ketenangan mental luar biasa. Pemanah cilik ini berhasil menggilas wakil DKI Jakarta, Naufal Arkan Primadana, dengan skor telak 7-1.

“Akdan dari awal kami instruksikan untuk main lepas. Dia di bantalan alternate shoot tidak melihat lawan, hanya fokus pada ritmenya sendiri. Dan dia buktikan, anak Papua Tengah bisa menang dengan elegan,” ujar salah satu anggota tim pelatih usai laga.

Tren positif dilanjutkan oleh atlet Divisi U-13, Algibran Aradhana. Mengandalkan konsistensi di babak penentuan, Algibran sukses mengunci podium ketiga nasional setelah mengalahkan atlet asal DKI Jakarta dengan skor akhir 6-2.

Tambahan dua medali perunggu dari Akdan dan Algibran menegaskan dominasi pembinaan usia dini yang digarap Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Papua Tengah. Kemenangan ini sekaligus menutup keikutsertaan kontingen Papua Tengah di Kejurnas Panahan Junior 2026 dengan total raihan 1 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu.

Berdasarkan data Klasemen Medali (Medal Standing) resmi PB PERPANI per 29 Juli 2026, tambahan dua perunggu dari Akdan dan Algibran ini mengukuhkan posisi Kontingen Papua Tengah di peringkat ke-15 nasional. Papua Tengah mengumpulkan total 5 medali, yang terdiri dari 0 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.

Pihak pelatih dan pengurus mengapresiasi tinggi perjuangan para atlet muda, jajaran pelatih, serta dukungan penuh dari para orang tua yang mengawal kontingen selama kejuaraan berlangsung di Jawa Tengah. Hasil ini menjadi modal penting bagi regenerasi dan masa depan cabang olahraga panahan di Provinsi Papua Tengah pada tingkat nasional.

Sempat diberitakan media ini sebelumnya. Keikutsertaan kontingen Papua Tengah dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 di Kudus, Jawa Tengah, diwarnai kisah haru sekaligus miris.

Ketiadaan alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memaksa para atlet dan orang tua berangkat menggunakan biaya mandiri dari hasil swadaya. Kondisi memprihatinkan ini menimpa para atlet muda berbakat dari dua basis kekuatan panahan di Papua Tengah, yakni Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika.

Di Nabire, dua klub panahan sepakat memberangkatkan para atletnya menggunakan uang pribadi orang tua demi menjaga asa dan mimpi anak-anak mereka.

Situasi tak kalah berat dialami Kabupaten Mimika. Tiga klub yang menaungi atlet-atlet terbaik yakni Nemangkawi Archery School, Cendrawasih Archery Club, dan Hidayatullah Archery Squad pada awalnya bergantung pada bantuan pemerintah daerah. Namun hingga mendekati hari keberangkatan, kepastian dana tak kunjung tiba. (ray)

You cannot copy content of this page