FOTO BERSAMA-Kepala Yayasan Jabal Rahmah Al Banna, Rampeani Racman saat bersama dengan Anak-anak serta pengurus di Mapurjaya, Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (7/3/2025),
TIMIKA, TAMBELOPAPUA.COM – Pembukaan Pesantren Kilat di Yayasan Jabal Rahmah Al Banna yang terletak di jalan Poros Mapurjaya, Distrik Mimika Timur, pada Jumat (7/3), dihari berbagi pihak pemerintah, Ormas, Forkopimda, tokoh agama serta orang tua murid.
Dengan mengusung tema, melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia yang nantinya mengajarkan anak-anak guna mendapatkan materi diantaranya, ibadah, Aqidah-Akhlak, Fiqih-Alquran, Bahasa Arab, Seharah Kabudayaan Islam dan Seni.
Kepala Yayasan Jabal Rahmah Al Banna, Rampeani Racman menyampaikan, pesantren kilat ini merupakan kegiatan rutinitas dari program
“Yayasan jabal rahmah al banna gelar pesantren kilat untuk anak didik,” katanya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini telah berlangsung selama tujuh tahun dan merupakan program pendidikan yang diutamakan. “Kita ingin membina karakter dan membentuk iman dan taqwa anak-anak, terutama di era modern ini,” ucapnya.

Pesantren Kilat ini diikuti oleh 120 anak dari SD dan 30-34 anak dari SMP. Kegiatan ini juga melibatkan pemateri khusus yang didatangkan dari luar daerah untuk memberikan materi tentang akidah, akhlak, tahfidz Quran, dan sejarah kebudayaan Islam.
Yayasan Jabal Rahmah Al Banna juga menekankan pentingnya toleransi antar umat beragama. “Kita ingin anak-anak memahami bahwa toleransi antar umat beragama sangat penting,” ucap Kepala Yayasan.
Kegiatan Pesantren Kilat ini dibuka secara resmi oleh Dinas Pendidikan Mimika dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
“Alhamdulillah ditahun ini kita bisa laksanakan meskipun bukan sesuatu yang baru, tetapi sudah terbiasa kita lakukan dan tujuan kita melakukan pesantren kilat berbasis pondok adalah bagaimana lebih mempersiapkan iman dan taqwa pada anak-anak usia dini,” ucapnya.
Dirinya berharap dengan kegiatan pesantren kilat ini dapat membina karakter, membentuk iman dan taqwa mereka terutama dijaman modern ini.
“Kita harus punya program khusus untuk mereka, sehingga mereka tidak hanya serta merta mendapatkan pendidikan nasional tetapi juga pendidikan agama,” katanya.
Sementara Kepala SD Islam Mapurjaya, Yati Rado mengatakan, Pesantren Kilat bagi siswa-siswinya. Kegiatan ini merupakan program unggulan dari Yayasan Jabal Rahma dan telah berlangsung selama tujuh tahun.
Dimana Pesantren Kilat ini berbasis pondok, sehingga siswa-siswi akan berada di sekolah selama 24 jam selama 14 hari. “Kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid yang telah mengijinkan anaknya mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.
Dinas Pendidikan Mimika juga mendukung kegiatan ini. Kadis SD Dinas Pendidikan Mimika, Stanislaus Laiyan, mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Mimika telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan. “Kita berharap anak-anak didik kita semakin dikuatkan dengan iman akan islamia dan dapat diamalkan dalam kehidupan mereka,” pungkasnya. (Lan)









